{"id":514,"date":"2022-09-07T20:00:05","date_gmt":"2022-09-07T13:00:05","guid":{"rendered":"https:\/\/www.telecominfo.org\/id\/?p=514"},"modified":"2022-09-07T15:02:16","modified_gmt":"2022-09-07T08:02:16","slug":"api-program","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.telecominfo.org\/id\/api-program\/","title":{"rendered":"API Program Dan Cara Pemanfaatannya"},"content":{"rendered":"<p><strong>Apakah kamu pernah membayangkan, mengapa selalu ada tampilan\u00a0<em>Google Maps\u00a0<\/em>di beragam aplikasi lain? Baik itu aplikasi ojek-<em>online\u00a0<\/em>atau bahkan\u00a0<em>Traveloka<\/em>? Jawabannya adalah pemanfaatan API program!<\/strong><\/p>\n<h2>Apa itu API?<\/h2>\n<p>API ialah sebuah singkatan dari\u00a0<em>Application Programming Interface<\/em>, merujuk pada sebuah\u00a0<em>interface\u00a0<\/em>yang saling menghubungkan antar aplikasi. Melalui\u00a0<em>interface\u00a0<\/em>itu pula hubungan antar aplikasi ini diterjemahkan dengan\u00a0<em>request\u00a0<\/em>dan\u00a0<em>response<\/em>.<\/p>\n<p><iframe loading=\"lazy\" title=\"What is an API?\" width=\"760\" height=\"428\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/s7wmiS2mSXY?feature=oembed\" frameborder=\"0\" allow=\"accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture\" allowfullscreen><\/iframe><\/p>\n<p>Sebagai contoh, yaitu aplikasi\u00a0<em>booking\u00a0<\/em>hotel dan penginapan seperti <em>Traveloka<\/em>. Ketika seseorang ingin mengetahui jarak dan lokasi sebuah hotel, atau bahkan ketersediaan ruangan, maka\u00a0<em>Traveloka\u00a0<\/em>akan mencoba terhubung dengan banyak aplikasi dan pihak lain.<\/p>\n<p>Tentunya untuk jarak, maka\u00a0<em>Traveloka\u00a0<\/em>akan menghubungi\u00a0<em>Google Maps<\/em>, sedangkan untuk ketersediaan ruangan,\u00a0<em>Traveloka\u00a0<\/em>akan menghubungi ke pihak hotel.<\/p>\n<p>Lantas, dari contoh tersebut, mana\u00a0<em>request\u00a0<\/em>dan yang mana\u00a0<em>response<\/em>? Untuk menjawab hal tersebut, kamu harus memahami cara kerja API!<\/p>\n<h2>Cara Kerja API<\/h2>\n<p>Bila API program bertujuan untuk memudahkan terhubungnya antar aplikasi, maka kita gunakan contoh <em>Traveloka\u00a0<\/em>yang telah sedikit dijelaskan di awal artikel, agar lebih memudahkan kamu memahami cara kerja API.<\/p>\n<h3>1. Aplikasi Mengakses API<\/h3>\n<p>Bila ada seorang pengguna <em>Traveloka\u00a0<\/em>ingin mengetahui jarak dan ketersediaan ruangan suatu hotel, maka aplikasi akan mencoba mengakses API dari <em>Google Maps\u00a0<\/em>dan API <em>Hotel<\/em> yang dimaksud.<\/p>\n<h3>2. API Mengajukan Permohonan Ke Server<\/h3>\n<p>Setelah percobaan aplikasi\u00a0<em>Traveloka\u00a0<\/em>tersebut berhasil mengakses API kedua pihak tersebut, selanjutnya akan diterjemahkan sebagai sebuah\u00a0<em>Request<\/em> ke server\u00a0<em>Google Maps\u00a0<\/em>dan server <em>Hotel<\/em>.<\/p>\n<p><em>Request\u00a0<\/em>pada server <em>Google Maps <\/em>tentu berupa data jarak tempuh dari titik pengguna aplikasi <em>Traveloka\u00a0<\/em>ke\u00a0<em>Hotel\u00a0<\/em>yang dimaksud, termasuk pula durasi tempuh, serta detail objek dan destinasi terdekat pada area tersebut.<\/p>\n<p>Sedangkan, <em>request\u00a0<\/em>pada server\u00a0<em>Hotel\u00a0<\/em>berupa data jumlah kamar yang tersedia, detail kamar, aturan\u00a0<em>check-in\u00a0<\/em>dan\u00a0<em>check-out<\/em>, fasilitas ruangan dan data terkait lainnya.<\/p>\n<h3>3. Server Merespon API<\/h3>\n<p><em>Request<\/em> tersebut kemudian di\u00a0<em>Respon <\/em>oleh server Google Maps dan server Hotel. Permohonan tadi akan diidentifikasi terlebih dahulu, lalu dicari data mana yang paling sesuai dengan permohonan tersebut.<\/p>\n<p>Bila data yang dibutuhkan telah ditemukan, maka server <em>Google Maps\u00a0<\/em>dan\u00a0<em>Hotel<\/em> akan kembali menghubungi API <em>Traveloka<\/em>, untuk memberikan beragam data tersebut.<\/p>\n<h3>4. API Menyampaikan Respon Ke Aplikasi<\/h3>\n<p>Selanjutnya, API\u00a0<em>Traveloka\u00a0<\/em>akan menerjemahkan beragam data dari server\u00a0<em>Google Maps\u00a0<\/em>dan server\u00a0<em>Hotel<\/em>, menyesuaikan permintaan dan kebutuhan dari pengguna yang mengakses aplikasi <em>Traveloka\u00a0<\/em>tersebut.<\/p>\n<p>Barulah jarak tempuh dan lokasi dari\u00a0<em>Hotel\u00a0<\/em>akan tampak, lalu ketersediaan dan detail mengenai ruangan akan tampak pada aplikasi pengguna.<\/p>\n<p>Maka dari cara kerja api yang telah dijelaskan di atas, kita ketahui bahwa API program mampu menghubungkan lebih dari dua aplikasi. sehingga respon tidak melulu hanya dari satu pihak (server) saja. Melainkan bergantung pada kebutuhan data yang diminta.<\/p>\n<h2>Manfaat Pengaplikasian API<\/h2>\n<h3>1. Aplikasi Jadi Efektif Dan Efisien<\/h3>\n<p>Sebuah aplikasi tentu dihadirkan untuk menyelesaikan dan memenuhi kebutuhan penggunanya. Maka dalam aplikasi dibutuhkan fitur yang mampu menuntaskan dua hal tersebut.<\/p>\n<p>Sebagai contoh, kembali kita gunakan aplikasi <em>Traveloka<\/em>. Bila suatu pengguna ingin berjalan kaki untuk sampai ke sebuah hotel yang dipesannya. Akan tidak efektif bila Traveloka harus membuat\u00a0<em>denah lokasi\u00a0<\/em>dari hotel tersebut.<\/p>\n<p>Akan lebih efisien bila API program <em>Traveloka<\/em>, memanfaatkan tampilan\u00a0<em>Google Maps\u00a0<\/em>yang memiliki sistim perhitungan beragam metode tempuh untuk sampai ke suatu tujuan, baik itu dengan jalan kaki sesuai dengan permintaan pengguna, mupun menggunakan kendaraan.<\/p>\n<h2>2. Aplikasi Jadi User-friendly<\/h2>\n<p>Bayangkan, berapa banyak waktu yang dibutuhkan? bila dalam aplikasi Traveloka tidak menampilkan tampak ruangan hotel yang diinginkan. Apa perlu harus mencari terlebih dahulu di\u00a0<em>Google<\/em>?<\/p>\n<p>Maka bila seperti itu, tentu itu akan membuang waktu, dan tidak ada lagi alasan untuk menggunakan <em>Traveloka<\/em>.<\/p>\n<p>Sama dengan halnya pada manfaat yang pertama, maka makin detail API program memfasilitasi beragam kebutuhan pengguna, makin mudah pula pengguna mendapat solusi dari permasalahan dan kebutuhannya.<\/p>\n<p>Bila pengguna harus memesan langsung ke\u00a0<em>website\u00a0<\/em>hotel, maka pengguna tidak memerlukan\u00a0<em>Traveloka<\/em>. Namun kamu bisa lihat di\u00a0<em>Traveloka\u00a0<\/em>bahwa untuk memesan sebuah kamar hotel caranya begitu mudah, bahkan mekanisme pembayarannya pun juga <em>simple<\/em>.<\/p>\n<p>Dengan begitu, maka\u00a0<em>user\u00a0<\/em>atau pengguna aplikasi akan merasa makin terbantukan ketika menggunakan aplikasi tersebut, bila API program dimanfaatkan secara maksimal.<\/p>\n<h2>3. Beban Server Berkurang<\/h2>\n<p>Seperti manfaat pertama dan kedua, ada suatu data yang diminta oleh\u00a0<em>user<\/em>, apapun itu bentuknya.\u00a0<em>Let say<\/em> di\u00a0<em>Traveloka<\/em>, yang paling banyak diminta oleh\u00a0<em>user\u00a0<\/em>ialah tampak dari sebuah ruangan kamar hotel.<\/p>\n<p>Lantas, apakah menurutmu\u00a0<em>Traveloka\u00a0<\/em>sepenuhnya menyimpan jutaan foto kamar hotel di server mereka? Tentu tidak! Karena itu akan membebani server mereka sendiri.<\/p>\n<p>Maka disini, API program cukup meminta sebuah data maupun informasi dari server pihak lain, dalam hal ini ke server sebuah hotel, baik itu foto ruangan, maupun video dokumentasi yang mungkin sebelumnya memang telah disiapkan pihak hotel, terkait sebuah\u00a0<em>campaign<\/em>.<\/p>\n<h2>Jenis API<\/h2>\n<p>Bila dari awal artikel, hingga di bagian tengah kamu mulai paham pentingnya API, makin kini saatnya kamu dalami beragam jenis API yang mungkin tersedia, di antaranya:<\/p>\n<h3><strong>1. <\/strong><em><strong>Public API<\/strong><\/em><\/h3>\n<p>Merujuk pada API yang bisa diakses secara bebas oleh publik, di antaranya, terkait pemetaan ada <a href=\"https:\/\/www.google.co.id\/maps\"><em>Google Maps<\/em><\/a>, lalu contoh media sosial ada <a href=\"https:\/\/id-id.facebook.com\/\">Facebook<\/a>, untuk prakiraan cuaca ada <a href=\"https:\/\/openweathermap.org\/api\">Openweathermap<\/a>, sedangkan utnuk beragam pencatatan aset internet ada <a href=\"https:\/\/archive.org\/\">Archive.org<\/a><\/p>\n<h3><strong>2. <\/strong><em><strong>Private API<\/strong><\/em><\/h3>\n<p>Merujuk pada jenis API yang dikembangkan secara privat oleh suatu kalangan, dan tidak dapat diakses secara publik. Umumnya jenis ini terkait pengembangan suatu <em>website<\/em>, baik dalam proses\u00a0<em>backend\u00a0<\/em>maupun\u00a0<em>frontend<\/em><\/p>\n<h3><strong>3. <\/strong><em><strong>Partner API<\/strong><\/em><\/h3>\n<p>Merujuk pada jenis API yang hanya dapat diakses oleh para pihak yang telah bekerjasama, contoh yang paling familiar adalah data performa IHSG dan segala aktivitas saham di website Bursa Efek Indonesia (<a href=\"https:\/\/www.idx.co.id\/\">idx.co.id<\/a>) dan sajian data terkait emiten saham di aplikasi sekuritas, seperti <a href=\"https:\/\/play.google.com\/store\/apps\/details?id=com.indopremier.ipot&amp;hl=in&amp;gl=US\">Indopremier<\/a>, <a href=\"https:\/\/play.google.com\/store\/apps\/details?id=com.stockbit.android&amp;hl=en_GB&amp;gl=KG\">Stockbit<\/a> dan lainnya<\/p>\n<h3><strong>4. <\/strong><em><strong>Composite API<\/strong><\/em><\/h3>\n<p>Merujuk pada jenis API yang menghimpun beragam data dalam jumlah besar dari beragam server, dan disimpan dalam satu hosting.<\/p>\n<p>Ada pula beberapa tipe API yang mungkin kamu harus dalami untuk memaksimalkan sebuah aplikasi, seperti yang ada pada video dari <a href=\"https:\/\/www.youtube.com\/c\/AltexSoft\">Altextsoft<\/a> di bawah ini!<\/p>\n<p><iframe loading=\"lazy\" title=\"Comparing web API types: SOAP, REST, GraphQL and RPC\" width=\"760\" height=\"428\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/NFw0HznpLlM?feature=oembed\" frameborder=\"0\" allow=\"accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture\" allowfullscreen><\/iframe><\/p>\n<h2>Kesimpulan<\/h2>\n<p><strong>API sangat bermanfaat untuk diaplikasikan pada suatu aplikasi. Tentu karena dapat meringkas banyak kebutuhan dari pengguna dalam satu waktu. Terlebih kamu bisa memaksimalkannya dengan mengintegerasikan aplikasi-mu ke banyak pihak lain, untuk memenuhi kebutuhan\u00a0<em>user<\/em>-mu.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Demikianlah beberapa hal terkait API program yang bisa kami rangkum untuk memperkaya kamu dan membantumu yang mungkin saat ini sedang membangun suatu aplikasi. Selamat mencoba!<\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Apakah kamu pernah membayangkan, mengapa selalu ada tampilan\u00a0Google Maps\u00a0di beragam aplikasi lain? Baik itu aplikasi ojek-online\u00a0atau bahkan\u00a0Traveloka? Jawabannya adalah pemanfaatan&#8230; <a href=\"https:\/\/www.telecominfo.org\/id\/api-program\/\" class=\"read-more\"><strong>Selengkapnya<\/strong><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":8,"featured_media":516,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-514","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-teknologi"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO Premium plugin v20.8 (Yoast SEO v27.4) - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-premium-wordpress\/ -->\n<title>API Program Dan Cara Pemanfaatannya<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Apakah kamu pernah membayangkan, mengapa selalu ada tampilan\u00a0Google Maps\u00a0di beragam aplikasi lain? Jawabannya adalah pemanfaatan API program!\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.telecominfo.org\/id\/api-program\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"API Program Dan Cara Pemanfaatannya\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Apakah kamu pernah membayangkan, mengapa selalu ada tampilan\u00a0Google Maps\u00a0di beragam aplikasi lain? Baik itu aplikasi ojek-online\u00a0atau bahkan\u00a0Traveloka?\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.telecominfo.org\/id\/api-program\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Telecominfo Indonesia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2022-09-07T13:00:05+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.telecominfo.org\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2022\/09\/API-Program.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"2559\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"792\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"suryo\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"suryo\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"6 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.telecominfo.org\\\/id\\\/api-program\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.telecominfo.org\\\/id\\\/api-program\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"suryo\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.telecominfo.org\\\/id\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/bd4a73efa8cdc319c16f6180e88b0604\"},\"headline\":\"API Program Dan Cara Pemanfaatannya\",\"datePublished\":\"2022-09-07T13:00:05+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.telecominfo.org\\\/id\\\/api-program\\\/\"},\"wordCount\":1013,\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.telecominfo.org\\\/id\\\/api-program\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.telecominfo.org\\\/id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/2\\\/2022\\\/09\\\/API-Program.jpg\",\"articleSection\":[\"Teknologi\"],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.telecominfo.org\\\/id\\\/api-program\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.telecominfo.org\\\/id\\\/api-program\\\/\",\"name\":\"API Program Dan Cara Pemanfaatannya\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.telecominfo.org\\\/id\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.telecominfo.org\\\/id\\\/api-program\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.telecominfo.org\\\/id\\\/api-program\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.telecominfo.org\\\/id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/2\\\/2022\\\/09\\\/API-Program.jpg\",\"datePublished\":\"2022-09-07T13:00:05+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.telecominfo.org\\\/id\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/bd4a73efa8cdc319c16f6180e88b0604\"},\"description\":\"Apakah kamu pernah membayangkan, mengapa selalu ada tampilan\u00a0Google Maps\u00a0di beragam aplikasi lain? Jawabannya adalah pemanfaatan API program!\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.telecominfo.org\\\/id\\\/api-program\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.telecominfo.org\\\/id\\\/api-program\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.telecominfo.org\\\/id\\\/api-program\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.telecominfo.org\\\/id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/2\\\/2022\\\/09\\\/API-Program.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.telecominfo.org\\\/id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/2\\\/2022\\\/09\\\/API-Program.jpg\",\"width\":2559,\"height\":792,\"caption\":\"Sumber: Dynomapper.com\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.telecominfo.org\\\/id\\\/api-program\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/www.telecominfo.org\\\/id\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Teknologi\",\"item\":\"https:\\\/\\\/www.telecominfo.org\\\/id\\\/teknologi\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":3,\"name\":\"API Program Dan Cara Pemanfaatannya\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.telecominfo.org\\\/id\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.telecominfo.org\\\/id\\\/\",\"name\":\"Telecominfo Indonesia\",\"description\":\"Blog Internet dan Teknologi\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/www.telecominfo.org\\\/id\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.telecominfo.org\\\/id\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/bd4a73efa8cdc319c16f6180e88b0604\",\"name\":\"suryo\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/350d0d9a6836afc6a1a50f144c65c692d11ecd546007c775dfedae4480479a73?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/350d0d9a6836afc6a1a50f144c65c692d11ecd546007c775dfedae4480479a73?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/350d0d9a6836afc6a1a50f144c65c692d11ecd546007c775dfedae4480479a73?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"suryo\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.telecominfo.org\\\/id\\\/\"]}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO Premium plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"API Program Dan Cara Pemanfaatannya","description":"Apakah kamu pernah membayangkan, mengapa selalu ada tampilan\u00a0Google Maps\u00a0di beragam aplikasi lain? Jawabannya adalah pemanfaatan API program!","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.telecominfo.org\/id\/api-program\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"API Program Dan Cara Pemanfaatannya","og_description":"Apakah kamu pernah membayangkan, mengapa selalu ada tampilan\u00a0Google Maps\u00a0di beragam aplikasi lain? Baik itu aplikasi ojek-online\u00a0atau bahkan\u00a0Traveloka?","og_url":"https:\/\/www.telecominfo.org\/id\/api-program\/","og_site_name":"Telecominfo Indonesia","article_published_time":"2022-09-07T13:00:05+00:00","og_image":[{"width":2559,"height":792,"url":"https:\/\/www.telecominfo.org\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2022\/09\/API-Program.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"suryo","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"suryo","Estimasi waktu membaca":"6 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.telecominfo.org\/id\/api-program\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.telecominfo.org\/id\/api-program\/"},"author":{"name":"suryo","@id":"https:\/\/www.telecominfo.org\/id\/#\/schema\/person\/bd4a73efa8cdc319c16f6180e88b0604"},"headline":"API Program Dan Cara Pemanfaatannya","datePublished":"2022-09-07T13:00:05+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.telecominfo.org\/id\/api-program\/"},"wordCount":1013,"image":{"@id":"https:\/\/www.telecominfo.org\/id\/api-program\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.telecominfo.org\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2022\/09\/API-Program.jpg","articleSection":["Teknologi"],"inLanguage":"id"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.telecominfo.org\/id\/api-program\/","url":"https:\/\/www.telecominfo.org\/id\/api-program\/","name":"API Program Dan Cara Pemanfaatannya","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.telecominfo.org\/id\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.telecominfo.org\/id\/api-program\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.telecominfo.org\/id\/api-program\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.telecominfo.org\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2022\/09\/API-Program.jpg","datePublished":"2022-09-07T13:00:05+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.telecominfo.org\/id\/#\/schema\/person\/bd4a73efa8cdc319c16f6180e88b0604"},"description":"Apakah kamu pernah membayangkan, mengapa selalu ada tampilan\u00a0Google Maps\u00a0di beragam aplikasi lain? Jawabannya adalah pemanfaatan API program!","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.telecominfo.org\/id\/api-program\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.telecominfo.org\/id\/api-program\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.telecominfo.org\/id\/api-program\/#primaryimage","url":"https:\/\/www.telecominfo.org\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2022\/09\/API-Program.jpg","contentUrl":"https:\/\/www.telecominfo.org\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2022\/09\/API-Program.jpg","width":2559,"height":792,"caption":"Sumber: Dynomapper.com"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.telecominfo.org\/id\/api-program\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.telecominfo.org\/id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Teknologi","item":"https:\/\/www.telecominfo.org\/id\/teknologi\/"},{"@type":"ListItem","position":3,"name":"API Program Dan Cara Pemanfaatannya"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.telecominfo.org\/id\/#website","url":"https:\/\/www.telecominfo.org\/id\/","name":"Telecominfo Indonesia","description":"Blog Internet dan Teknologi","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.telecominfo.org\/id\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.telecominfo.org\/id\/#\/schema\/person\/bd4a73efa8cdc319c16f6180e88b0604","name":"suryo","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/350d0d9a6836afc6a1a50f144c65c692d11ecd546007c775dfedae4480479a73?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/350d0d9a6836afc6a1a50f144c65c692d11ecd546007c775dfedae4480479a73?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/350d0d9a6836afc6a1a50f144c65c692d11ecd546007c775dfedae4480479a73?s=96&d=mm&r=g","caption":"suryo"},"sameAs":["https:\/\/www.telecominfo.org\/id\/"]}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.telecominfo.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/514","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.telecominfo.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.telecominfo.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.telecominfo.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/8"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.telecominfo.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=514"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.telecominfo.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/514\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":517,"href":"https:\/\/www.telecominfo.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/514\/revisions\/517"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.telecominfo.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/516"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.telecominfo.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=514"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.telecominfo.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=514"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.telecominfo.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=514"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}